SAMBOJA, 12 Agustus 2026 — Pemerintah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar Rapat Koordinasi Terpadu Penanganan Kekeringan di wilayah Kecamatan Samboja, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung di BPU Kecamatan Samboja dan melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemadam kebakaran (Damkar), Puskesmas, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Samboja.
Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Kutai Kartanegara kepada seluruh jajaran kecamatan untuk segera merespons kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Sekretaris Kecamatan Samboja, Andri Wirawan, dalam sambutannya mengatakan, penanganan kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah kecamatan. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur dan pemangku kepentingan yang berada di wilayah Samboja.

“Penanganan kekeringan bukan hanya peran pemerintah kecamatan, tetapi bagaimana peran dan tanggung jawab kita semua yang hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Samboja, Damsik, menegaskan bahwa persoalan kekeringan merupakan perhatian bersama, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Karena itu, seluruh stakeholder, khususnya perusahaan yang berada di wilayah Samboja, diminta ikut mengambil peran dalam penanganan di lapangan.
Menurut Damsik, koordinasi tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara agar seluruh unsur di wilayah kecamatan dilibatkan dalam menghadapi dampak kekeringan.
“Kemarin kami sudah melakukan rapat bersama Kapolsek, Danramil, Puskesmas dan beberapa unsur lainnya. Hari ini kami mengundang seluruh stakeholder, terutama pihak perusahaan, untuk bersama-sama membahas langkah penanganan kekeringan di Samboja,” jelasnya.

Damsik juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Damkar dalam menghadapi kondisi di lapangan. Oleh sebab itu, dukungan dari perusahaan sangat diperlukan, terutama perusahaan yang memiliki peralatan pemadam kebakaran dan sarana pendukung lainnya.
“Damkar ini sangat terbatas. Makanya kami mengundang pihak perusahaan agar dapat membackup apa yang bisa dibantu di lapangan. Hampir semua perusahaan pasti memiliki alat-alat pemadam kebakaran. Ini yang perlu kita koordinasikan,” katanya.
Ia berharap setiap perusahaan dapat menyampaikan potensi dukungan yang dimiliki sehingga dapat digunakan secara bersama apabila terjadi kondisi darurat akibat kekeringan.
Selain itu, seluruh pihak diminta segera melaporkan kondisi yang ditemukan di lapangan kepada pemerintah kecamatan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Samboja berharap terbentuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, TNI-Polri, Damkar, dunia usaha, serta seluruh stakeholder dalam menghadapi kondisi kekeringan dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat di wilayah Kecamatan Samboja



