PEMBENTUKAN PANITIA PESTA LAUT 2026 DIGELAR DI BPU KELURAHAN KUALA SAMBOJA

Kuala Samboja, 16 Juli 2026 – Pemerintah Kelurahan Kuala Samboja bersama Pemerintah Kecamatan Samboja dan berbagai unsur Muspika menggelar rapat pembentukan Panitia Pesta Laut Tahun 2026 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kuala Samboja, Kamis (16/7/2026).

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Wakil Bupati Kutai Kartanegara agar segera membentuk kepanitiaan dan melakukan koordinasi dengan tokoh nelayan serta unsur Muspika guna mempersiapkan pelaksanaan Pesta Laut Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Lurah Kuala Samboja, Muhammad Saleh, menyampaikan bahwa rapat digelar secara mendadak menyusul amanat dari Wakil Bupati Kutai Kartanegara yang meminta agar proses pembentukan panitia segera dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa Pesta Laut merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang dilaksanakan di Kuala Samboja sebagai kampung nelayan. Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama.

Menurutnya, pelaksanaan Pesta Laut semula direncanakan setelah Idulfitri karena mempertimbangkan kondisi cuaca dan angin. Namun, pelaksanaannya sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Meski demikian, Muhammad Saleh menyampaikan bahwa pemerintah daerah memastikan kegiatan tersebut tetap akan dilaksanakan. Saat ini anggaran masih dalam tahap perencanaan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sementara langkah awal yang dilakukan adalah membentuk struktur kepanitiaan yang solid agar seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa anggaran pemerintah nantinya akan diprioritaskan untuk pelaksanaan kegiatan adat sebagai inti dari Pesta Laut. Sementara rangkaian hiburan pendukung, seperti bazar UMKM maupun penampilan artis atau band nasional, akan dikoordinasikan oleh Event Organizer (EO) atau Dinas Pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Samboja, Andri Wirawan, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa Pesta Laut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai religius, budaya, dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat pesisir.

Ia mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari hasil laut, kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat melarung. Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk tetap menjaga ibadah, termasuk melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah.

Selain itu, Andri mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah, terutama sampah plastik, ke perairan agar kelestarian ekosistem tetap terjaga sehingga hasil laut dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Pesta Laut juga akan diramaikan dengan bazar UMKM yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memasarkan berbagai produk, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan olahan rumahan.

Ia menambahkan bahwa meskipun sempat terdampak kebijakan efisiensi anggaran nasional, pemerintah kecamatan bersama pemerintah kelurahan berhasil mengoordinasikan anggaran prioritas sehingga pelaksanaan Pesta Laut tetap dapat diwujudkan.

Pelaksanaan Pesta Laut juga dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mengembangkan sektor pariwisata serta mendorong hilirisasi ekonomi kreatif non-ekstraktif berbasis potensi lokal.

Menutup sambutannya, Andri Wirawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya serta selalu berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan apabila terdapat isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui pembentukan panitia ini, diharapkan seluruh persiapan Pesta Laut Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik sehingga tradisi tahunan masyarakat nelayan Kuala Samboja dapat terlaksana secara lancar, khidmat, serta memberikan manfaat bagi pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan sektor pariwisata daerah.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *