WORKSHOP LITERASI KEUANGAN DIGITAL DAN EDUKASI LEGALITAS PRODUK UMKMDELINEASI IKN KECAMATAN SAMBOJA

Samboja, 3 Februari 2026 — Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kampung Lama, Otorita Ibu Kota Nusantara Republik Indonesia (Otorita IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Workshop Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk UMKM Delineasi IKN Kecamatan Samboja.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan kapasitas pengusaha UMKM serta peningkatan kualitas dan daya saing UMKM lokal di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Workshop ini bertujuan untuk membekali para pengusaha UMKM dengan pemahaman mendalam mengenai manajemen keuangan berbasis digital, pencatatan dan perencanaan keuangan usaha, serta edukasi standarisasi dan legalitas produk UMKM, guna mewujudkan ekosistem bisnis yang akuntabel, profesional, dan berdaya saing.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Camat Samboja dan dihadiri oleh perwakilan Otorita IKN, Bank Indonesia IKN, serta para pengusaha UMKM dari kelurahan dan desa se-Kecamatan Samboja.

Dalam sambutannya, Camat Samboja Damsik menyampaikan bahwa UMKM di Kecamatan Samboja menunjukkan tingkat keaktifan yang baik dan terus berkembang, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran.

“UMKM di seluruh kelurahan dan desa di Kecamatan Samboja alhamdulillah sampai hari ini terus eksis. Tantangannya adalah bagaimana mengelola keuangan dan pemasarannya. Banyak yang setelah produknya terjual, dananya tidak terkelola dengan baik,” ujar Camat Samboja.

Camat Samboja berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam menjalankan usahanya.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya diikuti untuk menggugurkan kewajiban saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan ilmunya agar tidak terjadi ‘gali lubang tutup lubang’ dalam pengelolaan keuangan usaha,” tegasnya.

Lebih lanjut, Camat Samboja juga menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan dari Otorita IKN terhadap pengembangan UMKM di wilayah delineasi IKN serta menginformasikan rencana pembangunan Sentra UMKM Kecamatan Samboja yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Kampung Lama.

“Insyaallah tahun ini Sentra UMKM Kecamatan Samboja akan diupayakan dibangun sebagai pusat pemberdayaan UMKM, seiring meningkatnya potensi wisata di Kecamatan Samboja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bank Indonesia IKN, Syachman Perdymer, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, salah satunya melalui penguatan UMKM.

“Membangun ekonomi yang berdaya tahan itu dimulai dari membangun pelaku usaha yang tangguh, mampu bersaing, dan bisa membesarkan produknya. Karena itu, Bank Indonesia sangat konsen dalam pengembangan UMKM,” jelasnya.

Ia menyoroti rendahnya budaya pencatatan keuangan sebagai salah satu tantangan utama UMKM.

“Banyak pelaku UMKM belum terbiasa mencatat transaksi. Padahal tanpa catatan keuangan yang jelas, kita akan kesulitan merencanakan usaha ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui workshop ini, peserta didorong untuk membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi dan memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, sebagai fondasi usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Ermanto Conrita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan di Kecamatan Samboja dalam rangka penguatan UMKM.

“Hari ini kita melaksanakan workshop literasi keuangan digital bagi UMKM wilayah delineasi IKN. Ini merupakan rangkaian kegiatan setelah sebelumnya kami melaksanakan IKN Digital Community dan forum konsultasi serta kolaborasi UMKM,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam memandang UMKM.

“Sekarang bukan lagi disebut pelaku UMKM, tetapi pengusaha UMKM. Kita ingin menaikkan mental, kepercayaan diri, dan visi usaha bapak dan ibu semua agar bisa berkembang dan naik kelas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengusaha UMKM di Kecamatan Samboja mampu meningkatkan kapasitas usaha, memahami pentingnya literasi keuangan digital dan legalitas produk, serta siap bersaing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *