KONSULTASI PUBLIK AMDAL, PT PELABUHAN TALENTA BUMI DAN PT SINERGI HULU MAHAKAM PAPARKAN RENCANA KEGIATAN DI WILAYAH PESISIR SAMBOJA

SAMBOJA, 5 OKTOBER 2026 — Pemerintah Kecamatan Samboja menghadiri kegiatan Konsultasi Publik terkait Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diselenggarakan oleh PT Pelabuhan Talenta Bumi bersama PT Sinergi Hulu Mahakam, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di BPU Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja tersebut membahas rencana kegiatan yang berpotensi memberikan dampak terhadap wilayah perairan dan masyarakat di sejumlah kelurahan pesisir, meliputi Kelurahan Muara Sembilang, Kelurahan Handil Baru, Kelurahan Senipah, Kelurahan Teluk Pemedas, Kelurahan Samboja Kuala, dan Kelurahan Tanjung Harapan.

Konsultasi publik tersebut dibuka oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Samboja, Andri Wirawan. Dalam sambutannya, pihak Kecamatan Samboja menekankan pentingnya penyampaian informasi secara terbuka kepada masyarakat terkait rencana kegiatan serta dampak yang mungkin ditimbulkan.

Kegiatan konsultasi publik ini merupakan bagian dari tahapan persiapan penyusunan dokumen AMDAL, dengan membahas dua rencana kegiatan utama, yaitu pemeliharaan atau normalisasi alur pelayaran Sungai Mahakam melalui pengerukan serta kegiatan alih muat barang antar-kapal (Ship-to-Ship Transfer/STS) di wilayah perairan.

Dalam penyampaiannya, pihak penyelenggara menjelaskan bahwa rencana pemeliharaan dan pengerukan alur pelayaran dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pendangkalan yang dinilai dapat menghambat kelancaran aksesibilitas dan mobilisasi kapal. Berdasarkan pemaparan, alur pelayaran Sungai Mahakam memiliki panjang sekitar 95,3 kilometer, sementara area yang direncanakan untuk pengerukan mencapai sekitar 50 kilometer.

Pengerukan tersebut direncanakan untuk mencapai kedalaman alur yang dinilai aman bagi aktivitas pelayaran. Hasil material pengerukan juga direncanakan untuk ditempatkan pada area dumping di perairan laut lepas sesuai dengan kajian dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, PT Pelabuhan Talenta Bumi menjelaskan rencana pengoperasian wilayah perairan untuk kegiatan alih muat barang atau komoditas antar-kapal (Ship-to-Ship/STS). Dengan konsep tersebut, kapal-kapal berukuran besar tidak perlu masuk lebih jauh ke wilayah muara sungai karena proses alih muat dilakukan di wilayah perairan yang telah ditentukan.

Pemaparan materi konsultasi publik selanjutnya disampaikan oleh perwakilan konsultan, Dr. Ir. Sultan, S.Hut., M.P. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai latar belakang kegiatan, rencana teknis, lokasi kegiatan, potensi dampak lingkungan, serta manfaat dan dampak sosial-ekonomi yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan AMDAL.

PERHATIAN TERHADAP NELAYAN DAN MASYARAKAT PESISIR

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Samboja juga menyampaikan pentingnya memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Sebagian masyarakat di wilayah pesisir Samboja menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan laut maupun nelayan tambak.

Oleh karena itu, setiap rencana kegiatan yang berkaitan dengan pengerukan maupun aktivitas STS diharapkan memperhatikan keselamatan nelayan, akses masyarakat terhadap wilayah perairan, serta keberlangsungan mata pencaharian masyarakat sekitar.

Sekcam Samboja, Andri Wirawan, menegaskan bahwa konsultasi publik harus menjadi ruang komunikasi antara pihak perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap seluruh rencana kegiatan dapat disampaikan secara transparan dan jelas kepada masyarakat. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan SOP, ketentuan peraturan perundang-undangan, keselamatan masyarakat, serta kearifan lokal yang ada di wilayah Samboja.”

Ia juga berharap masukan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam konsultasi publik dapat menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen AMDAL.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat berjalan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat, khususnya nelayan yang selama ini beraktivitas di wilayah perairan pesisir Samboja,” lanjutnya.

PELUANG EKONOMI BAGI MASYARAKAT

Selain potensi dampak lingkungan dan sosial yang perlu dikelola, dalam pemaparan juga disampaikan adanya potensi manfaat ekonomi bagi wilayah sekitar. Aktivitas operasional kapal dapat membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal, antara lain melalui kebutuhan logistik, tenaga kerja, jasa pendukung, serta kebutuhan operasional kapal.

Melalui konsultasi publik ini, seluruh pihak diharapkan dapat memahami rencana kegiatan secara lebih menyeluruh sekaligus memberikan masukan terhadap aspek lingkungan, sosial, ekonomi, keselamatan, dan keberlanjutan wilayah.

Pemerintah Kecamatan Samboja berharap proses penyusunan AMDAL dapat dilakukan secara transparan, partisipatif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga setiap rencana kegiatan dapat mempertimbangkan kepentingan pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *